in ,

Penyintas Gempa Sulteng Terpaksa Makan Umbi hingga Buah-buahan

SIGI- Sudah setahun penyintas gempa Sulawesi Tengah (Sulteng) hidup tanpa pekerjaan. Kondisi yang sulit memaksa mereka bertahan dengan memakan umbi hingga buah-buahan.

Meski sebagian besar sudah bergeser dari tenda-tenda pengungsi ke hunian sementara, para penyintas mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan. Terlebih mereka tidak bisa lagi bergantung pada bantuan.

BACA: Berusia Seratus Tahun, Nenek Siti Tinggal di Rumah Sempit

Erni misalnya, salah-satu penyintas asal Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Suaminya berprofesi sebagai pedagang bakso yang menjajakan dagangannya sepekan sekali. Sementara banyak penyintas di sekitarnya bekerja serabutan, mulai dari pedagang hingga buruh bangunan.

Meski demikian, hasil yang didapatkan tetap tak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Terkadang tidak ada uang untuk membeli beras, namun Erni masih bersyukur bisa memakan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitarnya.

BACA: Gempa Maluku: 41 Meninggal Dunia Ratusan Ribu Masih Mengungsi

“Bantuan sembako sekarang sudah jarang. Kalau ada uang bisa beli beras, kalau tidak ada uang ya makan pepaya, ubi, makan jagung kalau ada. Karena separuhnya (penyintas) juga belum dapat lapangan kerja,” ujarnya saat ditemui One Care pada Kamis, 17 Oktober 2019.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh Aini. Ia mengeluhkan minimnya pelayanan dasar berupa pasokan air untuk konsumsi maupun bertani. Selain itu, ia juga berharap mendapatkan bantuan berupa kompor untuk memasak.

“Masih masak di tungku. Kita takut nanti terjadi apa-apa, soalnya rumahnya kan berdempet-dempetan,” ungkapnya.

Admin

What do you think?

Written by OneNews

Semangat Berdonasi, 50 Celengan TAMBATAN Diborong Ibu-ibu Pengajian

Derita Komplikasi, Rospita Terbaring Lemah di Rumah