in , ,

Berbagi Keceriaan Bersama Anak-anak Donggala

DONGGALA- Pasca dilanda gempa beriring tsunami, banyak siswa SDN 2 Sirenja, Desa Tanjung Padang, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala kehilangan perlengkapan sekolah. Ada yang terbawa arus tsunami, ada pula yang tertimbun reruntuhan.

Tak ayal, ketika kegiatan belajar mengajar mulai dilanjutkan, banyak siswa yang tak memiliki alat tulis. Bahkan mereka harus bergantian satu sama lain. Ditambah lagi, trauma akan bencana alam itu belum sepenuhnya pulih. Rasa takut untuk datang ke sekolah masih menyelimuti sebagian siswa.

Sabtu (01/12/2018), One Care dan IPPMT (Ikatan Pemuda Pelajar Malang Sulawesi Tengah) menyambangi langsung SDN 2 Sirenja untuk bertemu anak-anak. Serangkaian hiburan edukatif dilakukan agar mereka melupakan bencana alam yang menimpa. Mulai dari mewarnai, bermain di pesisir pantai hingga memberikan motivasi supaya para siswa tetap semangat bersekolah.

Keceriaan siswa SDN 2 Sirenja korban gempa-tsunami saat dikunjungi relawan One Care, Sabtu (01/12/2018).

“Alhamdulillah para warga antusias dengan kedatangan One Care, yang bersedia mendampingi siswa/siswi untuk beradaptasi kembali dengan lingkungan di pesisir pantai,” ungkap Dinda Aulia, relawan One Care.

Tak lupa, tenaga pengajar, peserta didik sampai warga sekitar mendapatkan bantuan berupa paket pendidikan (tas, buku tulis, alat tulis, dan iqro), women dan children care hingga logistik. Selain itu, relawan turut memberikan pendampingan psikologi bagi korban yang mengalami trauma berat. Di SDN 2 Sirenja terdapat 5 tenaga pengajar tetap dan dibantu oleh mahasiswa Forum Indonesia Mengajar. Sedangkan peserta didik mencapai 162 siswa.

Tenaga pengajar, peserta didik sampai warga sekitar mendapatkan bantuan berupa paket dari One Care, Sabtu (01/12/2018).

“Kami sangat senang dengan kedatangan relawan One Care. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat Sirenja. Harapan saya semoga Yayasan One Care lebih baik lagi, tetap terus mendampingi anak-anak karena dengan begitu trauma mereka akan hilang dengan sendirinya,” ujar Ibu Fadliah, salah-satu tenaga pengajar SDN 2 Sirenja.

(Dinda Aulia)

What do you think?

Written by OneNews

Melihat Lebih Dekat Kuburan Massal Rohingya Korban Genosida 2012

Ibu Nannang Lalui Hari Pasca Kaki Diamputasi